Tuesday, November 27, 2012

Forex: EUR/USD Melayang Di Atas 1,3000


FXstreet.com (Barcelona) – Euro telah berhasil menembus di atas pola kemacetan kemarin, mendaki ke batas-batas 1,3010 setelah kesepakatan Yunani akhirnya tercapai pada hari Senin.
Di antara poin-poin utama, jatuh tempo pinjaman akan ditangguhkan ke 30 tahun dari 15 tahun aktual dan suku bunga pinjaman bilateral dengan penguasa Uni Eropa akan dikurangi sebesar 100 bp. Seperti yang diharapkan, potongan atas pinjaman ke Yunani tidak dibahas.
Saat ini, pasangan tersebut kini maju 0,13% di 1,2990 dengan resistensi berikutnya di 1,3000 (trend line) diikuti oleh 1,3012 (Upper Bollinger) dan 1,3021 (tinggi 31 Oktober).
Di sisi lain, terobosoan 1,2907 (MA 50-hari) akan membawa 1,2869 (rendah 23 November) dan akhirnya 1,2837 (dasar awan mingguan).
Support : 1.2987
, 1.2985
, 1.2983
Resistance : 1.2995
, 1.2993
, 1.2991
Trend : Bullish

Pasar Asia Naik Karena Kesepakatan Yunani Kecuali Untuk Cina


FXstreet.com (Barcelona) – Bursa Asia sedikit lebih tinggi pada hari Selasa, didorong oleh sentimen baik setelah para pemimpin zona euro dan IMF telah mencapai kesepakatan pada utang Yunani, mengurangi menjadi 124% dari PDB pada tahun 2020 melalui paket ekstra langkah sebesar 20% dari PDB. Para kritikus percaya bahwa ratio utang/PDB hanya dapat diterima melalui tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi di tahun-tahun mendatang, yang bukan merupakan skenario realistis.
Saham rata-rata Nikkei Jepang (+0,37%), Hang Seng Hong Kong (+0,16%), Kospi Korea Selatan (+0,87%) dan S&P/ASX200 Australia (+0,74%) merayap lebih tinggi pada hari Selasa, sementara Shanghai Composite Cina Daratan jatuh sebesar -1,34%.
Saham berjangka untuk indeks DAX 30 Jerman (+0,60%) dan CAC 40 Perancis (+0,70%) menandakan pembukaan yang lebih tinggi menjelang sesi Eropa. Harga impor Jerman menurun pada bulan Oktober dari 1,8% menjadi 1,5%, meskipun peningkatan bulanan sebesar +0,6%.

Sekilas Forex: USD/CHF Menembus Lebih Rendah Tidak Berkelanjutan

FXstreet.com (Barcelona) – USD/CHF tidak menutup di bawah 0,9280/64 (retracement 78,6% dan garis support 2012), dengan support di 0,9215 mengikuti rendah Oktober. “Ditambah ini dengan kesempurnaan TD pada grafik harian dan kami menduga ini penembusan yang lebih rendah tidak akan dipertahankan (ini menunjukkan bahwa pasar memiliki kemungkinan peningkatan pemulihan di sekitar ini)”, tulis analis Karen Jones, mengharapkan pengujian ulang dari tertinggi terbaru 0,9505/13 dan resistensi asalkan pasar stabil menjelang 0,9215, masih dianggap sebagai rendah sementara. “Di bawah rendah Oktober 0,9215 akan menargetkan 0,9105 retracement 61,8% dari pergerakan naik dari rendah Oktober 2011″, tambah Jones.

jadi kemungkinan peningkatan pada pair ini akan terjadi, di karenakan banyak dugaan posisi ini tidak akan bertahan lama.

Misteri jurang fiskal AS & pemilu Jepang


menjelang akhir tahun, dunia trader masih di hantui akan misteri jurang fiskal AS dan masalah yang melanda jepang  karena adanya pemilu di Jepang.
Banyak kalangan yang takut dengan dampak jurang fiskal AS, atau kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis yang berlaku pada Januari 2013, bila Gedung Putih dan Kongres gagal mencapai kesepakatan untuk mencari pos-pos yang perlu dipangkas. Pasar kini bertanya apakah para politisi mampu bernegosiasi dan mencari mufakat untuk mencegah AS terjerumus kembali ke resesi.
Meski pada pejabat AS menyatakan optimis deal akan tercapai, pasar keuangan belum yakin itu bisa terjadi dalam waktu dekat. Menurut proyeksi Kongres, jurang fiskal dapat menyebabkan resesi karena menghapus PDB 2-4% dan tingkat pengangguran bisa naik 1%, dengan potensi 2 juta lapangan kerja hilang.Tapi para pengamat masih memperdebatkan dampaknya ke pasar keuangan. Kalau gagal dicegah, sebagian berpandangan jurang fiskal dapat mengangkat dollar, terutama atas euro. Hal ini karena dapat menyebabkan ketidakpastian, faktor yang selalu menjadi katalis dollar.  Mereka juga khawatir jurang fiskal akan mengancam pemulihan saham yang dimulai sejak 2009.
Sementara itu, ada satu lagi drama politik terjadi bulan depan yang juga berimplikasi besar ke pasar keuangan, pemilu Jepang. Ekonomi terbesar ketiga dunia itu sudah terjebak dalam spiral deflasi selama lebih dari satu dekade. Selama itu juga, yen menguat ke level yang tak masuk akal, menghancurkan daya saing negara yang berorientasi ekspor itu.
Memang, kinerja ekonomi Jepang jauh dari menggembirakan. PDB kontraksi 3,5% selama kuartal ketiga dari tahun lalu. Secara per kuartal, ekonomi kontraksi 0,9% selama periode Juli-September. Ini merupakan kinerja terburuk sejak gempa dan tsunami Maret 2011. Karena itu, ini merupakan resesi kelimanya dalam 15 tahun terakhir. Tapi hal yang menarik dari sudut pandang investor adalah kemungkinan tren itu berubah, dimulai dengan pemilu yang digelar 16 Desember nanti.  Ada kemungkinan pemilih di Jepang akan membuat upaya terbesarnya melepaskan negara dari jeratan deflasi.
Calon juru selamat itu adalah pemimpin oposisi Partai Demokratik Liberal (LDP)Shinzo Abe, politisi yang berikrar menyingkirkan kebijakan finansial ortodoks agar bisa membangkitkan ekonomi. Ia mengatakan ingin melaksanakan program padat karya infrastruktur yang bernilai $2,5 triliun dan menaikkan pajak penjualan yang dirancang untuk mencegah penurunan rating. Ia mengkritik BOJ yang dianggap kurang mampu mengatasi deflasi. Oleh karena itu, ia mendesak BOJ untuk melonggarkan kebijakan dengan menerapkan stimulus moneter tak terbatas dan mempertimbangkan memangkas bunga simpanan menjadi ke nol atau negatif, dalam rangka mendorong perkreditan.
Dalam hanya seminggu, prospek gerakan perubahan yang digagas oleh Abe menyemarakkan bursa Jepang, dan menghantam yen ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir. Bila ia menang, dan tren ini bisa berlanjut, pilihan yang logis adalah membeli saham dan menjual yen. BOJ akan mencoba mendorong inflasi yang tentunya bisa menekan mata uang. Keberhasilan mengakhiri deflasi akan bullish untuk saham Jepang. Pertanyaannya adalah apakah pemilu benar-benar menjadi titik balik. Bahkan investor paling ulung pun sulit memutuskan, mengingat masalah Jepang yang pelik.