Jakarta, Strategydesk - Yen terkoreksi dari level tertinggi dalam seminggu terakhir dan euro stabil setelah pernyataan pejabat AS berhasil mengurangi kecemasan soal jurang fiskal, untuk sementara.
Ketua Kongres John Boehner, anggota top Republik, menyatakan optimis bisa mencapai kesepakatan dengan Gedung Putih untuk mencegah krisis fiskal, meski ia masih menentang gagasan menaikkan pajak untuk orang kaya. Presiden Obama mengatakan ia berharap kesepakatan bisa dicapai dengan Kongres sebelum Natal. Menurutnya, tujuan utama adalah mengendalikan defisit dan ia yakin kedua partai dapat menyetujui kerangka mencapai tujuan itu dalam beberapa minggu ke depan.
Pernyataan dari Boehner dan Obama kontras dengan perkataan dari Senator Harry Reid yang menyebut belum ada perkembangan berarti dalam negosiasi untuk mencegah jurang fiskal. Pasar sempat berjatuhan karena pernyataan itu. Kini pernyataan dari kedua pejabat itu untuk sementara memberi kelegaan ke pasar. Namun laju kemungkinan masih terbatas karena masalah belumlah tuntas. Pasar masih belum mendapat detil bagaimana kedua partai di Kongres AS bisa mencapai kompromi.
Menurut analis, isu jurang fiskal kini menjadi tema utama di pasar. Pasar khawatir kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis senilai $600 miliar di awal tahun depan bisa menjerumuskan AS kembali ke resesi dan turut menyeret dunia. Pertanyaannya apakah para politisi di AS bisa benar-benar mencapai kesepakatan untuk mencegahnya.
Bila seiring waktu semakin terlihat adanya kesepakatan, pasar bisa bergerak positif di akhir tahun. Sebaliknya bila menjelang Natal dan akhir tahun belum ada perkembangan positif, pasar bisa semakin gelisah. Namun, para analis juga mengatakan pergerakan pasar semakin dipengaruhi oleh penyesuaian posisi di akhir tahun di saat investor dan hedge fund menutup buku.
Yen bergerak di 82,11 per dollar, setelah sempat menyentuh 81,66 kemarin. Ekspektasi permintaan dollar/yen di akhir tahun juga membantu mata uang AS itu. Bila jurang fiskal semakin terlihat bisa dihindari, dollar bisa melanjutkan tren penguatan atas yen. Untuk saat ini, pair itu masih terjebak di 80-82.
Sementara itu euro diperdagangkan di $1,2956, stabil dibandingkan level penutupan sebelumnya dan menjauhi low kemarin $1,2880. Optimisme mengenai jurang fiskal berperan menjaga mata uang itu. Tapi lajunya terhambat di tengah kekhawatiran pasar mengenai kesepakatan bailout Yunani, terutama terkait bagaimana Yunani bisa melaksanakan rencana buy back sebelum tenggat waktu 13 Desember. Meski demikian, kecemasan soal krisis utang Eropa sedang surut, dengan yield obligasi Italia turun ke level terendah sejak Februari 2011, turut membantu euro.
Euro bakal menemukan resistance di $1,2990-1,3000 dan selama belum ada sentimen positif baru yang kuat, euro masih sulit menembus lebih jauh dari sana. Terhadap yen, euro diperdagangkan di 106,32, setelah sempat jatuh sampai 105,23.
Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts
Thursday, November 29, 2012
Pasar Harapkan 7% Dari Kenaikan Suku Bunga Bank of Canada
USD / CAD diperdagangkan pada 0,9933 meskipun USD menguat terhadap sebagian besar mata uang kecuali mata uang komoditas AUD dan NZD.
Harapan untuk suku bunga di Kanada tetap stabil sejak Mark Carney mengumumkan keluar dari Dewan Komisaris .
Dan Saat ini pasar mengharapkan 7% dari kenaikan suku bunga di Kanada selama 12 bulan ke depan.
sementara Pemulihan sektor perumahan AS sepertinya masih rapuh dengan kembali turunnya penjualan rumah di bulan Oktober. Penjualan rumah (versi new home sales) turun 0,3% menjadi 368.000 unit; lebih rendah dari estimasi 390.000 unit dan publikasi September 369.000 unit.
sementara Badai Sandy yang merusak sebagain negara bagian AS telah menimbulkan kerugian hampir $37 milyar akibat kerusakan di New Jersey , demikian menurut laporan Associated Press pada hari Rabu. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan angka dalam anggaran tahunan negara yang dirilis Gubernur Chris Christie, yang meminta bantuan pemerintah federal untuk membayar kerugian.
Dalam laporannya, Christie menyebutkan jika lebih dari 30.000 rumah dan fasilitas bisnis hancur atau rusak akibat terjangan Badai Sandy pada akhir bulan Oktober lalu. Ia juga menambahkan bahwa Federal Emergency Management Agency sejauh ini telah mengucurkan sekitar $500 juta dana bantuan, sementara 230.000 warga New Jersey telah terdaftar untuk menerima bantuan
Fiscal Cliff, Obama dan Senat capai kemajuan, Dolar AS melemah
Financeroll – Dolar AS jatuh atas mata uang besar lainnya di perdagangan Rabu (28/11) setelah para investor melakukan risk appetite, atas optimisme bahwa Washington akan mencapai kesepakatan dalam pembicaraan mengenai anggaran negara yang akan menjauhkan AS dari jurang fiskal.
Saat kemudian Presiden Barack Obama dan juru bicara Senat John Boehner berbicara mengani kemajuan yang mereka peroleh, Dolar AS langsung bergerak melemah. Mereka menyatakan bahwa para legeslatif telah setuju dengan eksekutif mengenai kenaikan pajak hingga sebesar $600 milyar dan melakukan pemangkasan sejumlah anggaran yang akan dilakukan diawal tahun ini.
Boehner menegaskan optimismenya dengan menyatakan bahwa mereka bisa bekerja sama kembali untuk mengakhiri krisis ini lebih cepat dari perkiraan semula. Presiden Obama sendiri menegaskan bawa tujuan ini diharapkan bisa tercapai sebelum Natal.
Paska pernyataan ini, bursa saham AS langsung merespn naik dimana indek Dow Jones berbalik arah dari koreksi 100 poin dan menguat 107 poin kemudian.
Indek Dolar AS langsung turun ke 80.262 dari sebelumnya di 80.344. Sebelumnya, sebagaian investor merasa aman dengan Dolar AS setelah pernyataan Senator Harry Reid dengan menyatakan bahwa sejauh ini hanya kemajuan kecil yang mereka dapatkan untuk mencapai kesepakatan menganai anggaran dengan pemerintah.
Dengan ketidak pastian ini, Dolar sebagai asset save haven menguat. Dukungan kenaikan Dolar AS ini juga akibat data ekonomi AS sebelumnya yang mengisyaratkan adanya perlambatan dalam aktifitas manufaktur serta kontraksi dalam bisnis.
Dalam perdagangan EUR/USD, Euro masih melemah dan berakhir ke $1.2939 dari sebelumnya di $1.2944, sebelumnya Euro sempat menguat dengan kesepakatan yang terjadi antara Kreditor dengan Yunani mengenai bantuan keuangan untuk mengatasi krisis. Pun demikian, hal ini belum sepenuhnya melegakan, pasalnya semua kesepakatan ini akan dikembalikan lagi ke parlemen masing-masing negara dan hal ini masih memerlukan waktu pembahasan lebih lanjut.
Dalam perdagangan GBP/USD, bergerak melemah ke $1.601, dari sebelumnya di $1.6023. Semenetara dalam perdagangan USD/JPY tidak jatuh sebagaimana dengan mata uang lainnya, hal ini mengingat Yen juga dianggap sebagai safe haven. Dolar AS dibeli pada posisi ¥81.96, dari sebelumnya di ¥82.12.
Dalam jangka pendek, Dolar diperkirakan bisa kembali menguat namun dalam jangka panjang akan terasa lebih berat untuk naik kembali. Jurang Fiskal AS akan menjadi sandungan bagi Dolar AS untuk bisa menguat kembali, ketidak pastian akan penyelesaian masalah fiskal AS ini akan membuat Dolar AS melemah. Posisi terbaik adalah memanfaatkan melemahnya Dolar AS ini setidaknya hingga pengumuman Federal Open Market Committee (FOMC) – The Federal Reserve dilakukan yang akan menentukan arah pergerakan Dolar selanjutnya.
Pasca Yunani, Italia Siap Jadi Korban Bailout Selanjut
Kesepakatan bail out Yunani disambut baik oleh banyak pihak, termasuk pelaku pasar keuangan dunia. Pergolakan isu hutang dari benua biru ikut mereda untuk sementara waktu. Namun tidak demikian halnya dengan tahun depan.
Namun tampaknya Masih ada negara lain yang terancam mengalami nasib serupa Yunani akibat perlambatan ekonomi kronis. Adalah Italia yang rentan masuk dalam daftar hitam dana talangan dalam waktu dekat.
Perdana Menteri Mario Monti memang yakin kalau perekonomian Italia hanya akan melambat secara marjinal di tahun 2013. Tetapi berbeda halnya dengan analis keuangan dan organisasi lain di luar sana. Analis lembaga keuangan Citi memperkirakan ekonomi di Italia melemah sampai 1,4%, setelah terperosok sebanyak 2,3% tahun ini. Sementara Organization for Economic Co-Operation and Development (OECD) menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi menjadi minus 1% atau dalam kategori kontraksi.
Salah satu poin yang mengancam stabilitas ekonomi datang dari ranah politik. Masa jabatan Monti akan jatuh tempo tahun depan dan eks-PM Silvio Berlusconi dikabarkan tertarik lagi untuk menjadi orang nomor satu di Italia.
Berbagai skenario politik layak untuk dimunculkan oleh pelaku pasar mengingat arah kebijakan ekonomi dan finansial sangat tergantung pada siapa yang memimpin negara itu. "Kami masih memegang skenario dasar bahwa Italia akan dipaksa mengajukan dana talangan," ujar Giada Giani, Analis Citi.
Ia menilai fundamental ekonomi nasional masih belum solid. Efek dari pemangkasan anggaran sejauh ini sangat parah dan kemampuan pihak swasta untuk menyesuaikan diri dengan iklim pengetatan fiskal sangat rendah. Penurunan angka pertumbuhan ekonomi akan berdampak negatif pula terhadap rencana fiskal dan stabilitas hutang di masa depan.
Sementara Tekanan negatif juga datang dari keraguan investor tentang apakah anggota parlemen AS akan dapat mencapai kesepakatan untuk mencegah kenaikanpajak dan pemangkasan belanja secara otomatis di awal tahun 2013.
Jika pembahasan di parlemen AS berjalan dengan baik, maka aset-aset di kawasan Eropa termasuk Euro akan kembali menuai dukungan. Namun jika berjalan dengan buruk, bahkan masalah Perancis pun mungkin akan kembali diungkit oleh pasar. Dan itu dapat membuat Euro kembali tertekan.
Investor Berhati Hati Ambil Posisi Long Sterling
sterling merosot terhadap Dollar AS pada hari Rabu seiring meningkatnya keprihatinan atas masalah fiskal AS, yang beresiko menggelincirkan pertumbuhan ekonomi AS dan global. Investor juga terlihat berhati-hati dalam mengambil posisi long akibat kekhawatiran berkepanjangan terhadap ekonomi Inggris. Para analis berpendapat bahwa setiap rebound Sterling saat ini masih akan diikuti oleh aksi jual, kecuali prospek pertumbuhan ekonomi Inggris telah membaik.
Sementara Gubernur Bank of England Mervyn King pada hari Selasa mengatakan kepada anggota parlemen bahwa kemungkinan untuk melakukan pemulihan cepat pada tahun 2013 dan 2014 masih belum terlalu besar. Terkecuali ada penurunan lebih lanjut dalam nilai tukar yang riil, ekonomi Inggris nampaknya masih harus berjuang keras untuk bangkit, tambahnya.
"Poundsterling Inggris tidak terlalu bereaksi terhadap data fundamental karena kita memiliki krisis yang cukup serius di Eropa," kata Adam Myers, analis forex senior Calyon.
Krisis Eropa yang merupakan tetangga dekat Inggris memicu pejabat BoE untuk memberikan peringatan bahwa program pembelian obligasi bank sentral perlu ditambah untuk mendongkrak perekonomian, suatu langkah yang berpotensi untuk membanjiri pasar dengan sterling.
sementara Komentar terbaru dari pimpinan mayoritas Senat AS, Harry Reid terkait minimnya progress yang dicapai oleh Demokrat dan Republik telah menimbulkan kecemasan baru atas resiko resesi ekonomi jika kesepakatan untuk menghindari jurang fiskal AS gagal diraih.
Aussie Masih Sebagai Safe Haven
Tampaknya Pergerakan berbagai mata uang relative minim seiring minimnya data ekonomi yang dirilsi dan berita baru terkait geopolitik menyebabkan mata uang berisiko memasuki fase konsolidasi dalam kisaran yang cukup sempit sejak sesi Eropa hari ini.
Cross rate Yen Jepang merupakan salah satu penggerak terbesar untuk pairing USD/JPY melanjutkan koreksi ke 81.70 setelah sempat reli ke 82.20 sejak sesi Eropa.
Media lokal Jepang melaporkan bahwa pemerintah berpotensi untuk mengumumkan paket stimulus berikutnay senilai 880 milyar Yen pada hari Jumat ini, namun berita tersebut masih dihiraukan oleh para pelaku pasar seiring aksi profit taking yang tetap berlanjut akibat kecemasan jurang fiskal yang terpicu oleh komentar pimpinan mayoritas Senat AS, Harry Reid kemarin.
Secara terpisah, mata uang Aussie masih menjadi satu-satunya mata uang berisiko yang cukup stabil sementara Euro dan Sterling merosot tajam.
Fakta ini mengindikasikan bahwa mata uang Aussie masih menikmati arus safe haven seiring situasi politik di kawasan lainnya masih tidak menentu.
Selanjutnya para investor masih menunggu laporan New Home Sales dan laporan Beige Book yang dapat menyediakan topangan lebih lanjut, bagaimanapun jika para pemangku kebijakan AS masih mengalami kebuntuan, maka laju pengalihan resiko / risk aversion kemungkinan akan bertambah sehingga menekan berbagai mata uang lainnya termasuk Aussie
Rebound Sterling Bersifat Sementara
Terpantau sejauh ini pairing GBPUSD telah tembus dibawah level psikologis 1.6000, di level 1.5990 atau melemah -0.19% dibanding harga pembukaan, setelah sempat meraih titik tertinggi intraday di 1.6023 dan level terendah hariannya di 1.5990. Resisten terdekat tampak di area 1.6045 yang merupakan moving average 50 hari nya.
Krisis Eropa yang merupakan tetangga dekat Inggris memicu pejabat BoE untuk memberikan peringatan bahwa program pembelian obligasi bank sentral perlu ditambah untuk mendongkrak perekonomian, suatu langkah yang berpotensi untuk membanjiri pasar dengan Poundsterling.
Komentar terbaru dari pimpinan mayoritas Senat AS, Harry Reid terkait minimnya progress yang dicapai oleh Demokrat dan Republik telah menimbulkan kecemasan baru atas resiko resesi ekonomi jika kesepakatan untuk menghindari jurang fiskal AS gagal diraih.
Sebagian besar analis melihat tanpa adanya kenaikan prospek pertumbuhan Inggris, maka rebound mata uang poundsterling cenderung bersifat sementara dan malah berisiko mengalami tekanan jual di level harga yang cukup tinggi.
Inggris menghadapi pemulihan yang lambat dan berlarut-larut, Gubernur Bank of England Mervyn King mengatakan pada hari Selasa, dia menambahkan bahwa dia siap untuk menyesuaikan kebijakan moneter Inggris jika diperlukan.
Dalam laporan tahunan kepada anggota parlemen, King mengatakan bahwa perekonomian siap untuk pemulihan yang lambat dan inflasi tahunan kemungkinan masih diatas 2 persen untuk sementara waktu. Dia juga menambahkan bahwa outlook ekonomi global saat ini juga masih buruk.
Tuesday, November 27, 2012
Forex: EUR/USD Melayang Di Atas 1,3000
FXstreet.com (Barcelona) – Euro telah berhasil menembus di atas pola kemacetan kemarin, mendaki ke batas-batas 1,3010 setelah kesepakatan Yunani akhirnya tercapai pada hari Senin.
Di antara poin-poin utama, jatuh tempo pinjaman akan ditangguhkan ke 30 tahun dari 15 tahun aktual dan suku bunga pinjaman bilateral dengan penguasa Uni Eropa akan dikurangi sebesar 100 bp. Seperti yang diharapkan, potongan atas pinjaman ke Yunani tidak dibahas.
Saat ini, pasangan tersebut kini maju 0,13% di 1,2990 dengan resistensi berikutnya di 1,3000 (trend line) diikuti oleh 1,3012 (Upper Bollinger) dan 1,3021 (tinggi 31 Oktober).
Di sisi lain, terobosoan 1,2907 (MA 50-hari) akan membawa 1,2869 (rendah 23 November) dan akhirnya 1,2837 (dasar awan mingguan).
Support : 1.2987
, 1.2985
, 1.2983
Resistance : 1.2995
, 1.2993
, 1.2991
, 1.2983
Resistance : 1.2995
, 1.2993
, 1.2991
Trend : Bullish
Pasar Asia Naik Karena Kesepakatan Yunani Kecuali Untuk Cina
FXstreet.com (Barcelona) – Bursa Asia sedikit lebih tinggi pada hari Selasa, didorong oleh sentimen baik setelah para pemimpin zona euro dan IMF telah mencapai kesepakatan pada utang Yunani, mengurangi menjadi 124% dari PDB pada tahun 2020 melalui paket ekstra langkah sebesar 20% dari PDB. Para kritikus percaya bahwa ratio utang/PDB hanya dapat diterima melalui tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi di tahun-tahun mendatang, yang bukan merupakan skenario realistis.
Saham rata-rata Nikkei Jepang (+0,37%), Hang Seng Hong Kong (+0,16%), Kospi Korea Selatan (+0,87%) dan S&P/ASX200 Australia (+0,74%) merayap lebih tinggi pada hari Selasa, sementara Shanghai Composite Cina Daratan jatuh sebesar -1,34%.
Saham berjangka untuk indeks DAX 30 Jerman (+0,60%) dan CAC 40 Perancis (+0,70%) menandakan pembukaan yang lebih tinggi menjelang sesi Eropa. Harga impor Jerman menurun pada bulan Oktober dari 1,8% menjadi 1,5%, meskipun peningkatan bulanan sebesar +0,6%.
Sekilas Forex: USD/CHF Menembus Lebih Rendah Tidak Berkelanjutan
FXstreet.com (Barcelona) – USD/CHF tidak menutup di bawah 0,9280/64 (retracement 78,6% dan garis support 2012), dengan support di 0,9215 mengikuti rendah Oktober. “Ditambah ini dengan kesempurnaan TD pada grafik harian dan kami menduga ini penembusan yang lebih rendah tidak akan dipertahankan (ini menunjukkan bahwa pasar memiliki kemungkinan peningkatan pemulihan di sekitar ini)”, tulis analis Karen Jones, mengharapkan pengujian ulang dari tertinggi terbaru 0,9505/13 dan resistensi asalkan pasar stabil menjelang 0,9215, masih dianggap sebagai rendah sementara. “Di bawah rendah Oktober 0,9215 akan menargetkan 0,9105 retracement 61,8% dari pergerakan naik dari rendah Oktober 2011″, tambah Jones.
jadi kemungkinan peningkatan pada pair ini akan terjadi, di karenakan banyak dugaan posisi ini tidak akan bertahan lama.
jadi kemungkinan peningkatan pada pair ini akan terjadi, di karenakan banyak dugaan posisi ini tidak akan bertahan lama.
Misteri jurang fiskal AS & pemilu Jepang
menjelang akhir tahun, dunia trader masih di hantui akan misteri jurang fiskal AS dan masalah yang melanda jepang karena adanya pemilu di Jepang.
Banyak kalangan yang takut dengan dampak jurang fiskal AS, atau kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis yang berlaku pada Januari 2013, bila Gedung Putih dan Kongres gagal mencapai kesepakatan untuk mencari pos-pos yang perlu dipangkas. Pasar kini bertanya apakah para politisi mampu bernegosiasi dan mencari mufakat untuk mencegah AS terjerumus kembali ke resesi.
Meski pada pejabat AS menyatakan optimis deal akan tercapai, pasar keuangan belum yakin itu bisa terjadi dalam waktu dekat. Menurut proyeksi Kongres, jurang fiskal dapat menyebabkan resesi karena menghapus PDB 2-4% dan tingkat pengangguran bisa naik 1%, dengan potensi 2 juta lapangan kerja hilang.Tapi para pengamat masih memperdebatkan dampaknya ke pasar keuangan. Kalau gagal dicegah, sebagian berpandangan jurang fiskal dapat mengangkat dollar, terutama atas euro. Hal ini karena dapat menyebabkan ketidakpastian, faktor yang selalu menjadi katalis dollar. Mereka juga khawatir jurang fiskal akan mengancam pemulihan saham yang dimulai sejak 2009.
Sementara itu, ada satu lagi drama politik terjadi bulan depan yang juga berimplikasi besar ke pasar keuangan, pemilu Jepang. Ekonomi terbesar ketiga dunia itu sudah terjebak dalam spiral deflasi selama lebih dari satu dekade. Selama itu juga, yen menguat ke level yang tak masuk akal, menghancurkan daya saing negara yang berorientasi ekspor itu.
Memang, kinerja ekonomi Jepang jauh dari menggembirakan. PDB kontraksi 3,5% selama kuartal ketiga dari tahun lalu. Secara per kuartal, ekonomi kontraksi 0,9% selama periode Juli-September. Ini merupakan kinerja terburuk sejak gempa dan tsunami Maret 2011. Karena itu, ini merupakan resesi kelimanya dalam 15 tahun terakhir. Tapi hal yang menarik dari sudut pandang investor adalah kemungkinan tren itu berubah, dimulai dengan pemilu yang digelar 16 Desember nanti. Ada kemungkinan pemilih di Jepang akan membuat upaya terbesarnya melepaskan negara dari jeratan deflasi.
Calon juru selamat itu adalah pemimpin oposisi Partai Demokratik Liberal (LDP)Shinzo Abe, politisi yang berikrar menyingkirkan kebijakan finansial ortodoks agar bisa membangkitkan ekonomi. Ia mengatakan ingin melaksanakan program padat karya infrastruktur yang bernilai $2,5 triliun dan menaikkan pajak penjualan yang dirancang untuk mencegah penurunan rating. Ia mengkritik BOJ yang dianggap kurang mampu mengatasi deflasi. Oleh karena itu, ia mendesak BOJ untuk melonggarkan kebijakan dengan menerapkan stimulus moneter tak terbatas dan mempertimbangkan memangkas bunga simpanan menjadi ke nol atau negatif, dalam rangka mendorong perkreditan.
Dalam hanya seminggu, prospek gerakan perubahan yang digagas oleh Abe menyemarakkan bursa Jepang, dan menghantam yen ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir. Bila ia menang, dan tren ini bisa berlanjut, pilihan yang logis adalah membeli saham dan menjual yen. BOJ akan mencoba mendorong inflasi yang tentunya bisa menekan mata uang. Keberhasilan mengakhiri deflasi akan bullish untuk saham Jepang. Pertanyaannya adalah apakah pemilu benar-benar menjadi titik balik. Bahkan investor paling ulung pun sulit memutuskan, mengingat masalah Jepang yang pelik.
Bias dan Momentum GBP/USD Pun Bullish
GBP/USD diperdagangkan kembali kekisaran Resistance 1.6040 pada sesi pagi hari ini setelah mengkonfirmasi kisaran 1.6 sebagai Support. Pair masih belum diperdagangkan secara signifikan pada sesi perdagangan kemarin dimana tekanan Bullish masih terus membayangi perdagangan pair pada sesi perdagangan kemarin.

Bias dan Momentum adalah Bullish, waspadai bila pair diperdagangkan menguat diatas kisaran 1.6040 dan mengkonfirmasinya sebagai Support, maka pair akan berpotensi diperdagangkan menguat sampai dengan kisaran 1.61 – 1.6175 untuk Resistance selanjutnya.
gu-27-november-20121
Resistance intraday 1.61 – 1.6175
Support Intraday 1.6 – 1.5970
Bias dan Momentum adalah Bullish, waspadai bila pair diperdagangkan menguat diatas kisaran 1.6040 dan mengkonfirmasinya sebagai Support, maka pair akan berpotensi diperdagangkan menguat sampai dengan kisaran 1.61 – 1.6175 untuk Resistance selanjutnya.
gu-27-november-20121
Resistance intraday 1.61 – 1.6175
Support Intraday 1.6 – 1.5970
Forex: EUR/JPY Masih di Bawah 107 Setelah Kesepakatan Utang Yunani
FXstreet.com (Barcelona) – Saat konfrensi pers Eurogroup selesai, pertemuan ketiga dalam kurang dari 2 minggu, dan bahwa persetujuan utang Yunani telah disetujui, dan Yunani akan mendapatkan tahapan bantuan selanjutnya, EUR/JPY berada di tempat dimana pasangan ini berada di akhir April, terakhir di 106,54, menjauhi tertinggi baru 7-bulan kemarin di 107,07.
Indeks Nikkei dibuka di atas 9400 lagi untuk kedua kalinya berturut-turut sejak awal Mei, naik +0,45% saat ini, lebih dari +8,25% lebih tinggi sejak Perdana Menteri Jepang Noda menyerukan pemilu, sudah tetap pada tanggal 16 Desember. Kesepakatan Yunani yang lama ditunggu belum cukup untuk EUR/USD untuk menembus dan bertahan di atas angka 1,30, terakhir di 1,2996.
Resisten terdekat untuk sisi atas EUR/JPY ditunjukkan di tertinggi sesi baru-baru ini di 106,76, diikuti oleh tertinggi 7-bulan kemarin di 107,07, dan tertinggi 20 April di 108. Untuk sisi bawah, support terdekat berada di terendah kemarin di 106,05, diikuti oleh terendah Jumat di 105,72, dan terendah 16 April/tertiggi 22-23 Oktober di 104,60.
Support : 106.4687
, 106.3768
, 106.2887
Resistance : 106.8287
, 106.7368
, 106.6487
, 106.2887
Resistance : 106.8287
, 106.7368
, 106.6487
Trend : Bullish
Forex: EUR/AUD Ditawarkan Lemah di Bawah 1,24, Masih dalam Kisaran
FXstreet.com (San Francisco) – EUR/AUD kembali diperdagangkan di dekat bagian bawah kisaran 50-poin dekat 1,2375 yang tercetak selama beberapa hari terakhir, didorong oleh tawaran dolar Australia sebagai perdagangan antipoda di tertinggi baru 2 bulan terhadap dolar AS, sementara sisanya datar terhadap euro.
Support terdekat berada di 1,2360 (Fibo 38,2%), kemudian 1,2325 (terendah 27 September) dan 1,2250 (terendah 20 Nov). Reli sisi positif harus terlebih dahulu mengatasi level resistensi 1,2425 (tertinggi 22 Nov) sebelum uji penawaran di 1,2500 (terendah 11 Okt) terlihat. Pasar terakhir bertransaksi di 1,2385.
Pasar saham Asia diperdagangkan dengan bias positif karena para investor menyambut gembira keputusan para pejabat grup Euro untuk menyediakan lebih banyak dana ke Yunani. Nikkei Jepang saat ini naik sekitar 0,3%; saham Australia naik sekitar 0,7% dan saham di Hong Kong naik 0,20%.
Support : 1.2383
, 1.2378
, 1.2375
Resistance : 1.2399
, 1.2394
, 1.2391
, 1.2375
Resistance : 1.2399
, 1.2394
, 1.2391
Trend : Bearish
Sekilas Forex: LDP Jepang Masih Partai yang Paling Populer – Nomura
FXstreet.com (Barcelona) – LDP, partai oposisi utama pemerintah Jepang, terus menikmati keunggulan yang signifikan setelah survei yang diperbaharui diterbitkan selama akhir pekan, Yujiro Gato, analis di Nomura, mengatakan. Berita itu meyakinkan aksi jual Yen terhadap potensi pelonggaran kebijakan radikal yang akan datang oleh BoJ, sebagai pemimpin LDP, Abe telah berjanji dalam beberapa kesempatan.
Dari Nomura, Goto: “Asahi, Yomiuri, dan Kyodo melakukan survei dan memperbaharui penilaian mereka terhadap partai yang disukai pemilih dari seminggu lalu. Popularitas DPJ beringsut turun di semua tiga jajak pendapat, sementara popularitas JRP, partai yang dipimpin oleh mantan Gubernur Tokyo Ishihara dan Osaka Mayor Hashimoto, meningkat. Popularitas LDP di level yang sama seperti minggu lalu. LDP masih terlihat cenderung menjadi partai pertama dalam pemilu mendatang sedangkan DPJ sedang berlomba dengan JRP untuk tempat kedua. Rata-rata tiga hasil jajak pendapat menunjukkan JRP sekarang sedikit lebih populer dari pada DPJ.”
Forex: Reli EUR/USD Memudar, Yunani Dihargai – Econometer
FXstreet.com (Barcelona) – Reaksi bersemangat dari EUR menyusul kesepakatan Yunani pagi ini menyoroti bahwa banyak kabar baik sudah dihargai, kata Mitul Kotecha, pendiri di Econometer.
Menurut analis, “Aktivasi Transaksi Moneter Outright (OMT) ECB terus mengancam untuk memberikan kembali perhentian besar untuk setiap tekanan EUR, namun pada level saat ini, sisi positif untuk EUR terlihat jauh lebih menarik.”
Kotecha menyarankan “lakukan aksi ambil untung/memudarkan reli pada setiap uji resistensi di sekitar EUR/USD 1,3030 dan EUR/GBP 0,8120.”
Support : 1.2981
, 1.2978
, 1.2976
Resistance : 1.2991
, 1.2988
, 1.2986
, 1.2976
Resistance : 1.2991
, 1.2988
, 1.2986
Trend : Bullish
Buyer Masih Penggang Kendali. GBP/JPY Cukup Kuat
GBP menguat ke level tertinggi 1-bulan terhadap Euro di hari Senin akibat mata uang Euro yang tertekan paska pemilu regional Spanyol yang dicemaskan dapat memicu krisis politik di Spanyol. Sementara terhadap Dollar, Poundsterling juga melemah sembari menunggu rilis data pertumbuhan GDP Inggris estimasi kedua untuk triwulan ketiga.
Meski data GDP tersebut diperkirakan tidak terjadi perubahan dibanding estimasi sebelumnya sebesar 1.0%, namun jika terjadi revisi penurunan berpeluang memberikan kejutan negatif untuk mata uang Poundsterling.
Hasil survey konfederasi industri Inggris, tingkat keyakinan diantara perusahaan penyedia jasa Inggris masih melambung ke level tertinggi sejak Mei 2011, meskipun gambaran secara keseluruhan cukup mixed.
GBP/USD melemah dan menemukan support di kisaran 1.6000, setelah dilaporkan data hipotek sektor perumahan Spanyol anjlok 32% YoY dan disaat bersamaan laporan keyakinan konsumen Gfk Jerman diperkirakan negatif.
sementara GBP / JPY menunjukkan kekuatan yang cukup serius . ini membuktikan bahwa tekanan Buyer masih menunjukan kekuatannya.tingkat 130 akan terus mendukung. Disisi lain pasangan ini sangat beresiko. Walaupu pergerakan pasangan ini cenderung lambat .
Yen juga masih tertekan oleh ekspektasi bahwa BoJ akan terus mendesak adanya pelonggaran kebijakan yang berlangsung secara intens.
Dari Jepang Dilaporkan, Gubernur Bank of Japan mengatakan bahwa pelonggaran moneteryang konsisten telah terbukti mampu membendung penguatan kurs Yen.
Masaaki Shirakawa kembali mengutarakan kekhawatiran terhadap kinerja Yen akhir-akhir ini. Penguatan yang berlebihan sangat mengganggu perekonomian dalam negeri.
BOJ pekan lalu memutuskan untuk menjaga kebijakan moneternya meski banyak suara golongan politik yang bermunculan.
sementara Tekanan politik makin kuat karena bank sentral dinilai terlalu lunak dan kurang agresif dalam memperlonggar kebijakannya. Walaupun masih bertahan, BOJ diprediksi kembali menambah porsi pembelian aset dari angka 91 trilliun Yen.
Dolar AS bergerak tipis, menunggu hasil pertemuan Menkeu di Eropa
Financeroll –Dolar AS bergerak tipis, meski menguat atas mata uang besar lainnya di perdagangan hari Senin (26/11) dengan banyaknya investor yang bersikap menunggu hasil pertemuan para Menteri Keuangan zona Euro di hari Senin.
Konsolidasi lunak nampak terjadi di pasar uang, dengan perdagangan Dolar ASD yang relative pendek kisarannya dari perdagangan minggu sebelumnya. Indek Dolar AS bergerak naik tipis ke 80.227 dari sebelumnya di level 80.190.
Pada hari Senin, para menteri-menteri keuangan di zona Euro mengakan pertemuan di Brussel dengan para pejabat dari International Monetary Fund membahas kesepakatan-kesepakaan mengenai bantuan bagi Yunani. Masih banyaknya ketidak pastian dari pertemuan ini membuat pasar merasa lebih baik mengambil langkah pengamanan terlebih dahulu dan melalukan risk aversion dengan membeli dolar AS sebagai safe haven.
Pada perdagangan EUR/USD berakhir menurun ke $1.2961 dari sebelumnya di $1.2983 sementara perdagangan GBP/USD berakhir menurun pula di $1.6015, dari sebelumnya di $1.6040. Untuk Dolar Kanada, terjadi pelemahan pula terhadap Dolar AS menyertai kabar yang menyatakan bahwa Gubernur Bank Sentral Kanada, Mark Carney di tahun depan akan pindah ke Inggris menjadi Gubernur Bank of England menggantikan Mervyn King. Pengumuman ini menimbulkan ketidak pastian akan masa depan kebijakan bank sentral Kanada, menginagt sejauh ini tidak ada kandidat yang kompeten. Carney akan mulai bertugas di London pada Juli 2013.
Dengan Yen Jepang, Dolar AS melemah, dimana Yen menguat dari minggu sebelumnya. USD/JPY berada di 82.17 yen, dari sebelumnya di ¥82.35. Dalam rilis pertemuan bank sentral Jepang yang diumumkan hari Senin dari pertemuan 30 Oktober lalu, diketahui bahwa dua anggota dewan bank sentral yang menginginkan perlu komitmen yang lebih kuat lagi dari bank sentral untuk melakukan kebijakan yang lebih lunak. Setidaknya mereka berharap agar Bank Sentral Jepang terus melakukan kebijakan lunak ini hingga inflasi Jepang ada di kisaran 1%. Dengan Pemilu yang akan digelar dan kemungkinan kemenangan partai Oposisi sangat besar, diperkirakan target inflasi mereka sebesar 2% akan menjadi tujuan kebijakan ekonominya. (Follow Lukman Hqeem on Twitter @hqeem)
Akhir Tahun USD/JPY Incar 84.17
Gubernur Bank of Japan mengatakan bahwa pelonggaran moneter yang konsisten telah terbukti mampu membendung penguatan kurs Yen. Dalam pernyataannya pagi ini, Masaaki Shirakawa kembali mengutarakan kekhawatiran terhadap kinerja Yen akhir-akhir ini. Penguatan yang berlebihan sangat mengganggu perekonomian dalam negeri.
Komitmen BOJ untuk memperlonggar kebijakan demi mencapai target harga 1% merupakan salah satu elemen penting yang berperan dalam penurunan kurs Yen . Di sisi lain ia juga mengakui bahwa ada instrumen lain yang turut mempengaruhi performa mata uang selama ini. Pendapatan tersebut diutarakannya di tengah pertemuan dengan pelaku bisnis Jepang di Nagoya. Kota ini merupakan basis beberapa perusahaan penting Jepang, seperti Toyota Motor Corp. (7203.TO) dan anak perusahaannya.
Gubernur bank sentral tidak ingin sentimen bisnis bertambah buruk, padahal di saat yang sama kondisi ekonomi global sudah terlanjur negatif. Shirakawa menegaskan kebijakan BOJ mampu mengakomodasi situasi keuangan dan memperbaiki belanja rumah tangga serta neraca korporasi. Dengan mengambil keuntungan dari momentum ini, Shirakawa yakin Jepang bisa mengakhiri deflasi.
BOJ pekan lalu memutuskan untuk menjaga kebijakan moneternya meski banyak suara golongan politik yang bermunculan. Tekanan politik makin kuat karena bank sentral dinilai terlalu lunak dan kurang agresif dalam memperlonggar kebijakannya. Walaupun masih bertahan, BOJ diprediksi kembali menambah porsi pembelian aset dari angka 91 trilliun Yen.
Sementara Yenkembali melanjutkan pergerakan turunnya dari resistance retracement 78.6% di angka 82.65 (penurunan 84.16/77.12),
Secara teknikal: “dipergerakan 4 jam, pembacaan secara teknikal memperlihatkan momentum bearish yang menguat, menunjuk pada pengujian angka 81.50, retracement 61.8% untuk kejatuhan tahun ini. Pergerakan naik yang stabil yang terjadi mencapai tingginya di 82.80, yang akan memberikan dorongan reli menuju 84.17 di tingginya tahun ini”.
Tingkat Bunga Pinjaman Bilateral Ke Yunani Akan Dikurangi
Dari Eropa dilaporkan, Menteri keuangan zona Eropa sepakat untuk menurunkan tingkat suku bunga yang dikenakan pada pinjaman yang dibuat untuk Yunani dan untuk mengembalikan keuntungan yang dibuat terhadap obligasi Yunani oleh Bank Sentral Eropa untuk Athena, yang memungkinkan negara itu untuk memangkas hutangnya.
Para menteri tersebut sepakat bahwa tingkat bunga pinjaman bilateral ke Yunani akan dikurangi sebanyak 100 basis poin menjadi 50 basis poin di atas biaya pendanaan saat Athena telah mencapai surplus primer sebesar 4.5 persen dari GDP, dikatakan sebuah sumber yang memiliki informasi mengenai kesepakatan tersebut.
17 menteri keuangan zona Eropa juga sepakat bahwa keuntungan yang dimiliki oleh ECB di bawah Securities Market Programme akan dikembalikan oleh bank sentral Eropa kepada Athena, mengurangi tumpukan hutang Yunani Sebanyak 11 miliar Euro, dikataakan para petinggi di pertemuan itu.
Fasilitas Pinjaman Yunani (Greek Loan Facility) akan diturunkan sebesar 100 bps saat Yunani mencapai surplus primer sebesar 4.5 persen. SMP (Securities Market Programme) akan menjadi sekitar 11 miliar euro.
Tujuan keseluruhan dari langkah yang diambil adalah untuk memangkas hutang Yunani sebesar 40 miliar euro pada 2020 sehingga rasio utang terhadap PDB (GDP) yang dipotong dari 144 persen saat ini diperkirakan mencapai target 124 persen.
Subscribe to:
Posts (Atom)












