Friday, November 23, 2012

Jum'at Depan, Parlemen Jerman Akan Adakan Voting Suara Terkait Bailout Yunani


Euro melonjak ke posisi tertinggi 3-minggu versus Dollar AS  di tengah harapan bahwa kreditur internasional akan segera menyepakati bantuan tahap berikutnya untuk Yunani.

Penguatan Euro  terbantu oleh data yang menunjukkan aktivitas manufaktur zona Euro yang tidak seburuk ekspektasi pada bulan November, sehingga meredakan kekhawatiran tentang resesi yang lebih dalam. Namun pemulihan Euro terlihat rapuh seiring masih suramnya prospek ekonomi dalam beberapa bulan mendatang, yang menjaga kemungkinan penurunan suku bunga oleh European Central Bank.
Saeed Amen analis forex dari Nomura mengatakan :

"Minimnya berita buruk pada hari Kamis telah membantu Euro beranjak lebih tinggi, setelah sempat tertekan oleh kegagalan kreditur internasional dalam menyepakati bantuan untuk Yunani pada awal pekan ini,"
Imbal hasil obligasi Yunani dan Spanyol yang bergerak lebih rendah juga turut menopang sentimen pasar, yang menurut para trader telah mendorong sejumlah pembelian oleh investor AS.

Sementara Parlemen Jerman diperkirakan akan mengadakan voting  suara untuk menyetujui bantuan lebih lanjut untuk Yunani pada Jumat tanggal 30 November mendatang . Tampaknya  Parlemen harus menyetujui berbagai bantuan untuk Yunani karena Jerman merupakan bagian dari kesepakatan itu.
ketidaksepakatan diantara para pemimpin masih berlanjut. Menteri keuangan Jerman Schaeuble menentang pemotongan anggaran pada sektor publik dari utang Yunani, karena itu berarti bahwa Yunani tidak akan menerima lebih banyak dana, sementara Asmussen dari ECB menantang pandangan itu dan dia mengatakan bahwa semua melihat pemotongan pada sektor publik sebagai garis merah sehingga harus dipersiapkan untuk bergerak pada isu-isu lainnya.

Inggris Akan Selesaikan Mengenai Kesepakatan Anggaran UE


sterling  melemah terhadap euro, setelah sebelumnya menguat selama 2-hari, seiring laporan industri menunjukkan manufakturInggris berada dekat level terendah dalam 10-bulan di bulan November dan diperkirakan akan turun ke level terendah sejak Oktober 2011.
Sterling tergelincir dari level tertinggi dalam 2-minggu terhadap dollar, setelah laporan pemesanan Konfederasi Industri di Inggris naik menjadi -23 pada bulan sebelumnya, ini merupakan level terendah sejak Desember 2011
Ian Stannard, kepala strategi mata uang Eropa di Morgan Stanley di London. mengatakan : 'Meskipun sterling telah menerima beberapa dukungan dari situasi di zona euro, namun masih ada beberapa tantangan dalam fundamental perekonomian Inggris yang bisa membatasi rebound sterling,” Kata Ian Stannard, kepala strategi mata uang Eropa di Morgan Stanley di London '

sementara Para pejabat Uni Eropa optimis kesepakatan dengan Inggris akan dicapai untuk mengatur anggaran jangka panjang blok tersebut, meskipun terdapat ancaman dari Perdana Menteri David Cameron untuk menggunakan hak vetonya.

Dalam sebuah terobosan yang dihasilkan pada KTT para pemimpin Eropa di Brussels yang berlangsung selama dua hari, Financial Times melaporkan bahwa Cameron akan menerima anggaran sebesar 940 miliar euro (sekitar Rp11,5 kuadriliun) mulai 2014 hingga 2020.

Dia awalnya berjanji untuk menyelesaikan dengan hanya melakukan pembekuan dari tingkat 2011, yang diyakini Inggris akan setara dengan 886 miliar euro (sekitar Rp10,8 kuadriliun), tapi masih dapat mengklaim bahwa dia telah memperoleh pemotongan anggaran jika rencana baru diproses.

Delapan dari negara-negara kontributor pendapatan bersih, yaitu Austria, Inggris, Denmark, Perancis, Finlandia, Jerman, Belanda dan Swedia, bersama-sama menuntut pemotongan anggaran, meskipun terdapat perbedaan opini dalam hal-hal terkait anngaran yang dipotong dan berapa banyak.
Usulan terbaru dalam KTT tersebut sementara telah menyebabkan Inggris untuk membayar pemotongan tahunan sebesar 3,6 miliar euro (sekitar Rp44,2 triliun), sementara mengurangi pemotongan Swedia, dan gagal untuk memenuhi permintaan Denmark untuk mendapatkan pemotongan juga.

Jelang Pemilu, Ekspor Jepang Anjlok

Dari Tokyo dilaporkan,  ekspor bulanan Jepang kembali anjlok untuk kali kelima secara berturut-turut, terhambat oleh ketegangan perdagangan dengan China dan melemahnya permintaan di Eropa. mendorong negara dengan tingkat ekonomi terbesar ketiga di dunia itu semakin mendekati jurang resesi menjelang pemilu Desember.

Menurut Kementerian Keuangan, pengiriman Oktober turun 6,5 persen dari tahun sebelumnya, sehingga defisit perdagangan menjadi 549 miliar yen atau sekitar US$6,7 miliar. Kontraksi tersebut di atas estimasi rata-rata 25 ekonom yang dikompilasikan oleh Bloomberg, yakni penurunan 4,9 persen. Sementara, pada periode yang sama, impor Jepang turun 1,6 persen.

Jepang kemungkinan bakal mengalami resesi pada kuartal ini, akibat melambatnya konsumsi domestik dan penurunan ekspor, yang menyumbang sekitar 15 persen dari perekonomian.


Sementara ekspor China ke jepang turun 11,6 persen dipicu permasalahan sengketa wilayah di Laut China Timur yang mengganggu hubungan dagang senilai US$340 miliar di antara dua perekonomian terbesar di Asia itu. Sedangkan ekspor ke Amerika Serikat tercatat meningkat 3,1 persen.

Dampak terhadap ekspor Jepang akibat sengketa dengan China akan menjadikan kuartal ini begitu berat, dan kemungkinan tahun depan mulai berkurang, meskipun masih jauh dari biasanya.

Perekonomian Jepang pada kuartal ketiga menyusut 3,5 persen dan kemungkinan mengalami kontraksi 0,4 persen pada periode Oktober-November, sehingga secara teknis negara itu memasuki resesi, kali ketiga sejak 2008. Demikian hasil survei Bloomberg News terhadap sejumlah ekonom beberapa waktu lalu.

Pekan lalu, pemerintah menurunkan penilaian ekonomi bulanan untuk kali keempat secara berturut-turut, periode terpanjang sejak resesi global 2009. Data awal bulan ini menunjukkan pemesananan mesin dan kapasitas pabrik domestik jatuh untuk kali kedua pada September. Kenaikan penjualan ritel pada September di bawah estimasi, akibat berakhirnya subsidi pemerintah untuk pembelian mobil yang melemahkan permintaan konsumen.


Di sesi Asia, Dolar AS melemah terhadap Yen . USD / JPY diperdagangkan pada 82.43turun 0,05pada saat penulisan.

Pasangan ini cenderung untuk mencari support di 81,09 dan resistance pada 82,84.
3.

Ekonomi Swiss Masih Suram, USD/CHF Oversold


prospek ekonomi Swiss masih penuh dengan ketidakpastian akibat gejolak di tempat lain, demikian pemerintah Swiss mengatakan setelah pertemuan dengan Presiden Swiss National Bank Thomas Jordan pada Rabu kemarin untuk membahas kebijakan ekonomi dan moneter.

" Lingkungan internasional masih genting, itulah sebabnya mengapa prospek perekonomian Swiss akan terus menderita oleh ketidakpastian yang cukup besar ini,”  kata pemerintah dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan tahunan SNB.

Sementara dilaporkan Bank-bank Swiss ingin menjadi pedagang penting dari produk dan jasa keuangan yang didasarkan pada mata uang yuan China. Inggris saat ini merupakan rumah bagi perdagangan yuan di luar negeri yang paling aktif. Dan Berharap kedepan Swiss menjadi bagian dari pasar perdagangan barang dan mata uang china.  Yuan diperkirakan akan memainkan "peran yang semakin penting dalam perdagangan internasional  untuk  tahun-tahun mendatang.






Versus USD, USD/CHF  berada dalam posisi Oversold. USDCHF telah terkoreksi dari  level tinggi tinggi terbaru dan membentuk formasi failing wedge  seperti terlihat dalam grafik H4

MACD menunjukkan momentum yang bearish RSI telah mencapai wilayah  oversold.
posisi Long di 0,9365 sebagai kondisi yang cukup memungkinkan dalam pengambilan keputusan BUY.